Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
youtube
instagram
Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara
Call Support 085121100093
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • Fungsionaris
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • KERJASAMA
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • Jurnal
      • Lapor AOC
      • Dosen Penasehat Akademik
    • JADWAL AKADEMIK
      • Jadwal Kuliah
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • Jadwal Seminar Dan Sidang
      • Jadwal UTS
      • Jadwal UAS
      • Jadwal Semester Antara
      • Rencana Wisuda
      • JADWAL PEMBAYARAN
    • KALENDER AKADEMIK
    • Kurikulum
      • SEMESTER I
      • SEMESTER II
      • SEMESTER III
      • SEMESTER IV
      • SEMESTER V
      • SEMESTER VI
      • SEMESTER VII
      • SEMESTER VIII
  • AKTIVITAS PRODI
    • KEGIATAN PRODI
    • PRESTASI PRODI
    • LABORATORIUM
      • infomasi Laboratorium
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • Beasiswa KIP – Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS (Rangking SLTA/Sederajat)
      • Beasiswa YPHAS (Bersaudara Kandung & Anak Dosen / Karyawan)
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • OPAC
      • GMAIL
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • E-Learning
    • OPAC UMA
    • WEBMAIL
  • ARSIP
    • ALUR SKRIPSI
    • Pengumuman
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • LAYANAN ALUMNI
  • HUBUNGI KAMI

Jenis Komunikasi Non-Verbal

Home > Artikel > Jenis Komunikasi Non-Verbal

Jenis Komunikasi Non-Verbal

Posted on August 10, 2022 by risky
0
Jenis-Jenis Komunikasi Non lisan
Adapun jenis-jenis komunikasi non lisan yang antara lain yaitu:

Komunikasi Objek
pada hal ini yang paling umum adalah penggunaan pakaian, dimana orang sering dinilai asal jenis pakaian yg digunakannya, walaupun ini diklaim termasuk keliru buat bentuk stereotipe. misalnya orang acapkali lebih menyukai orang lain yg cara berpakaiannya menarik. Selain itu dalam wawancara pekerjaan seorang yg berpakaian menarik cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan berasal di yg tidak.

Sentuhan
Sentuhan bisa termasuk, bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan pada punggung, mengelus-elus, pukulan dan lain-lain. Masing -masing bentuk komunikasi ini memberikan pesan tentang tujuan atau perasaan berasal sanga penyentuh. Sentuhan jua dapat mengakibatkan suatu perasaan pada oleh penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif. Haptik artinya bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi non verbal.

Kronemik
artinya bidang yang menyelidiki penggunaan waktu pada komunikasi non verbal. Penggunaan ketika pada komunikasi non mulut meliputi durasi yg diklaim cocok bagi suatu kegiatan, meliputi banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan pada jangka saat eksklusif, serta ketepatan saat “punctuality”.

Gerakan Tubuh “Kinesik”
dalam komunikasi non mulut, gerakan tubuh atau kinesik meliputi hubungan mata, aktualisasi diri paras, isyarat serta sikap tubuh. Gerakan tubuh umumnya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frasa, misalnya mengangguk buat mengatakan ya: buat mengilustrasikan atau mengungkapkan sesuatu; menunjukkan perasaan, contohnya memukul meja buat membagikan kemarahan; buat mengatur atau mengendalikan jalannya percakapan atau buat melepaskan ketegangan.

Proxemik “Bahasa Ruang”
merupakan jarak yang digunakan saat berkomunikasi menggunakan orang lain, termasuk pula daerah atau lokasi posisi kita berada. Pengaturan jarak memilih seberapa jauh atau seberapa dekat taraf keakraban kita denga orang lain, menunjukkan seberapa besar pengahargaan, senang atau tidak senang serta perhatian kita terhadapo orang lain,s elain itu pula membagikan simbol sosial.

jeda Intim
jarak asal mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki.

jeda Personal
jarak yang membagikan perasaan masing-masing pihak yg berkomunikasi dan juga memberikan keakraban pada suatu hubungan, jeda ini berkisar antara satu 1/2 kaki hingga empat kaki.

jarak Sosial
jeda yg memberikan pembicara yang menyadari betul kehadiran orang lain. karena itu dalam jeda ini pembicara berusaha tak Mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat asal pengaturan jarak antara 4 kaki hingga 12 kaki.

jarak Publik
jeda yg berkisar antara 12 kaki sampai tidak terhingga.

Isyarat pengenalan Diri pada Komunikasi nonverbal

Komunikasi Tubuh
Jalan pertama pada antara semua jalan komunikasi nonverbal ialah tubuh. manusia mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya sering dan secara akurat melalui gerakan-gerakan tubuh, gerakan paras, serta gerakan mata. pada unit ini kita mengamati komunikasi tubuh dan mempelajari berbagai cara pada mana tubuh, paras, dan mata mengkomunikasikan makna-makna.

buat membahas gerakan tubuh, pembagian terstruktur mengenai yang ditawarkan sang Paul Ekman serta Wallace V. Friesen (1969) sangat bermanfaat. kedua periset ini membedakan lima kelas (grup) gerakan nonverbal berdasarkan dari-usul, fungsi, dan kode perilaku ini:

Komunikasi Gestura yang mencakup:

1) Emblim (emblems)

Emblim ialah perilaku nonverbal yg secara langsung menerjemahkan kata atau ungkapan. Emblim mencakup, contohnya; isyarat buat “oke.” “jangan ribut,” “kemarilah,” serta aku ingin menumpang.” Emblim adalah pengganti nonverbal buat kata–istilah atau ungkapan eksklusif. Kita barangkali mempelajarinya dengan cara yang intinya sama menggunakan kita menyelidiki istilah–istilah – tanpa sadar, serta sebagian akbar melalui proses peniruan. Walaupun emblim bersifat alamiah dan bermakna, mereka mempunyai kebebasan makna mirip sebarang kata apa pun pada sebarang bahasa. sang karenanya, emblim pada kultur kita sekarang belum tentu sama dengan emblim pada kultur kita 300 tahun yg kemudian atau menggunakan emblim dalam kultur lain.

2) Ilustrator

Ilustrator artinya perilaku nonverbal yang menyertai serta secara harfiah “mengilustrasikan” pesan verbal. pada berkata “yuk, bangun,” misalnya, anda mungkin menggerakkan kepala dan tangan anda ke arah menaik. pada menggambarkan lingkaran atau bujur sangkar anda mungkin sekali membuat gerakan berputar atau kotak menggunakan anda. Ilustrator bersifat lebih alamiah, kurang bebas. dan lebih universal ketimbang emblem. Mungkin sekali ilustrator ini mengandung komponen-komponen yang sudah dibawa sejak lahir selain pula yg dipelajari.

3) Regulator

Regulator adalah perilaku nonverbal yang “mengatur,” memantau, memelihara, atau mengendalikan pembicaraan orang lain. ketika anda mendengarkan orang lain, anda tidak pasif. menganggukkan ketua, mengerutkan bibir, menyesuaikan fokus mata, dan menghasilkan banyak sekali bunyi para linguistik seperti “mm-mm” atau “tsk.” Regulator kentara terikat pada kultur serta tidak universal.

4) Adaptor

Adaptor adalah perilaku nonverbal yg Jika dilakukan secara eksklusif -atau di muka umum namun tak terlihat- berfungsi memenuhi kebutuhan eksklusif serta dilakukan sampai selesai. misalnya, Bila anda sedang sendiri mungkin anda akan menggaruk-garuk kepala sampai rasa gatal hilang. di muka umum , Bila orang- orang melihat, anda melakukan perilaku adaptor ini hanya sebagian. Anda mungkin, misalnya, hanya menaruh jari anda pada ketua dan menggerakkannya sedikit, tetapi barangkali tidak akan menggaruk cukup keras buat menghilangkan gatal.

Komunikasi paras (Affect Display)
Gerakan wajah mengkomunikasikan macam-macam emosi selain pula kualitas atau dimensi emosi. Kebanyakan periset sependapat menggunakan Paul Ekman, Wallace V. Friesen, serta Phoebe Ellsworth (1972) dalarn menyatakan bahwa pesan wajah bisa mengkomunikasikan sedikitnya “kelompok emosi” berikut: kebahagiaan, keterkejutan, ketakutan, kemarahan, kesedihan, dan kemuakan/penghinaan. Periset nonverbal Dele Leathers (1986) mengemukakan bahwa gerakan paras mungkin jua mengkomunikasikan kebingungan serta ketetapan hati.

Keenam emosi yang diidentifikasi oleh Ekman dan rekan-rekannya secara awam dinamakan affect display utama. Ini artinya emosi tunggal yg relatif murni. Keadaan emosi yang lain dan tampilan wajah yg lain artinya kombinasi dari berbagai emosi utama ini, serta dinamakan bauran affect. kurang lebih 33 bauran affect (affect blend) sudah diidentifikasi. Kita dapat mengkomunikasikan aneka macam affect ini menggunakan berbagai bagian berasal wajah. Jadi, misalnya, anda mungkin mengalami rasa takut dan rasa muak sekaligus. Mata serta kelopak mata anda, mungkin mengisyaratkan ketakutan, sedangkan gerakan hidung, pipi, dan daerah mulut anda mungkin mengisyaratkan rasa muak.

Komunikasi Mata
Pesan-pesan yang dikomunikasikan sang mata bervariasi bergantung di durasi, arah, dan kualitas dari perilaku mata. Jika kontak mata terjadi lebih singkat, kita dapat mengira orang ini tidak berminat, rnalu, atau sibuk. Bila saat yg patut dilampaui, kita umumnya menganggap hal ini memberikan minat yg berlebihan. pada antara periset-periset lain,Mark Knapp (1978) mengemukakan empat fungsi komunikasi mata:

Mencari Umpan kembali
Kita seringkali menggunakan mata kita buat mencari umpan pulang dari orang lain. dalam berbicara menggunakan seorang, kita memandangnya menggunakan benar-benar–sungguh, seakan-akan berkata, “Nah, bagaimana pendapat anda?” mirip mungkin anda duga, pendengar memandang pembicara lebih poly ketimbang pembicara memandang pendengar.

Menginformasikan Pihak Lain buat Berbicara
Fungsi kedua ialah menginformasikan pihak lain bahwa saluran komunikasi telah terbuka serta bahwa ia kini dapat berbicara. Kita melihat ini dengan kentara pada ruang kuliah, saat dosen mengajukan pertanyaan dan lalu menatap galat seseorang mahasiswa. Tanpa mengatakan apa-apa, dosen ini kentara mengharapkan mahasiswa tadi untuk menjawab pertanyaannya.

Mengisyaratkan Sifat hubungan
Fungsi ketiga adalah mengisyaratkan sifat korelasi antara dua orang –contohnya, korelasi positif yg ditandai dengan pandangan terfokus yang penuh perhatian, atau hubungan negatif yang ditandai dengan penghindaran hubungan mata. Kita jua dapat mengisyaratkan tata korelasi status dengan mata kita. Ini khususnya menarik sebab gerakan mata yg sama mungkin mengisyaratkan subordinasi atau superioritas. seorang atasan, contohnya, mungkin menatap bawahannya atau tak mau melihatnya pribadi. Demikian jua, bawahan mungkin menatap langsung atasannya atau barangkali hanya menatap lantai.

Mengkompensasi Bertambahnya jarak Fisik
Akhimya, gerakan mata dapat mengkompensasi bertambah jauhnya jarak fisik. dengan melakukan hubungan mata, kita secara psikologis mengatasi jarak fisik yg memisahkan kita. Jika kita menangkap pandangan mata seorang pada sebuah pesta, contohnya, secara psikologis kita menjadi dekat meskipun secara fisik jeda di antara kita jauh. Tidaklah mengherankan, kontak mata serta aktualisasi diri lain yg membagikan kedekatan psikologis, mirip pengungkapan-diri, berhubungan secara positif; Jika yang satu meningkat, begitu pula yg lain.

Fungsi Penghindaran kontak Mata
ahli sosiologi, Erving Goffman, pada Interaction Ritual (1967), mengatakan bahwa mata adalah “pengganggu yang hebat.” Bila kita menghindari kontak mata atau mengalihkan pandangan kita, kita membantu orang lain menjaga privasi (privacy) mereka. Kita acapkali melakukan hal ini Bila ada pasangan yg bertengkar di muka awam. Kita mengalihkan pandangan asal mereka (meskipun mungkin mata kita terbuka lebar) seakan-akan mengatakan, “Kami tak ingin mencampuri; kami menghormati hak anda.”

Goffman menamai sikap iniinatensi rakyat (civil innatention). Penghindaran hubungan mata bisa mengisyaratkan ketiadaan minat-terhadap seseorang, pembicaraan, atau rangsangan visual tertentu. Adakalanya, mirip burung unta, kita menyembunyikan mata kita untuk menghindari rangsangan yg tidak menyenangkan. Perhatikanlah, contohnya, betapa cepat orang menutup mata mereka Jika menghadapi hal yang sangat tak menyenangkan.

Komunikasi Ruang
Proksemik/komunikasi jeda
Yaitu jarak yang Anda pakai waktu berkomunikasi dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada.

Intim (0-45cm)
Personal (75-120cm)
Sosial (120-210 atau 210-360 formal)
Publik (360-450 cm)
Teritorial
estetika dan rona
membisu
Memberi kesempatan berpikir
Menyakiti
Mengisolasi diri sendiri
Mencegah komunikasi
Mengkomunikasikan perasaan
tidak memberikan sesuatupun
Paralanguage
merupakan bunyi–suara/vokal nonverbal yang ialah aspek-aspek dari dialog, seperti kecepatan berbicara: volume, ritme; bentuk-bentuk vokal: tertawa, pekikan, rintihan, uh, ahh, serta sebagainya.

Komunikasi Temporal (ketika)
Menujukkan status
saat dan kesesuaian
contoh Komunikasi Non mulut
ini dia terdapat beberapa model Komunikasi Non ekspresi, menjadi berikut:

Mengetuk pintu
Mengetuk pintu adalahsalah satu misal komunikasi non mulut pada global kerja. Mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum menginjak ruangan atasan atau orang yang mempunyai jabatan tertinggi berarti menandakan kesopanan serta memuliakan orang tersebut.

Menggelengkan kepala
ketika seseorang sedang mengerjakan diskusi seringkali terdapat ulasan atau pelajaran yg diamini dan tidak disetujui. seseorang seringkali lebih memilih buat mengindikasikan komunikasi melewati komunikasi non ekspresi laksana menggelengkan kepala waktu tidak mengamini tanggapan seorang terhadap pelajaran yang sedang dibahas. Menggelengkan ketua pun bermakna keheranan atau tidak percaya. seseorang atasan yg memanggil bawahannya guna menegur karena telah melakukan kekeliruan yg besar seringkali dengan komunikasi mulut disertai gelengan ketua (komunikasi non lisan) untuk menandakan rasa tidak percaya atau heran terhadap kekeliruan yang telah diperbuat oleh bawahannya dan secara umum dikuasai besar pada perusahaannya.

Berjabat tangan
Komunikasi non verbal laksana berjabat tangan ini seringkali dilakukan seseorang saat kesatu kali bertemu. Hal ini mengindikasikan bahwa orang itu menghargai serta menerima korelasi baik. di samping itu, berjabat tangan pun bisa ditafsirkan sebagai konvensi saat bernegosiasi perihal kerja sama antara sebuah perusahaan menggunakan perusahaan yg lain.

Tersenyum
Tersenyum pada komunikasi non ekspresi bisa didefinisikan menjadi perilaku ramah, menghormati, serta sopan terhadap orang lain. Tersenyum dalam lingkungan kerja bisa menyampaikan dampak positif pada korelasi komunikasi, hingga–sampai dapat menambah motivasi karyawan pada bekerja.

Mengerutkan dahi
ketika seorang atasan diam dan mengerutkan dahi berarti terdapat tindakan atau perkataan yg tak dimengerti bahkan ada kekeliruan yang tidak disadari sang bawahannya. Komunikasi non mulut ini lebih mudah dimengerti karena terjadi secara impulsif waktu terdapat perkataan atau tindakan yang janggal. Komunikasi non ekspresi ini pun memberikan kepekaan seseorang terhadap sebuah yg absurd.

Mengigit bibir bawah
seorang yang sedang berkomunikasi serta menggigit bibir bawah berarti orang itu sedang merasa ragu, bohong, dan cemas. Kebanyakan orang yg menggigit bibir tidak dapat diandalkan sang versus komunikasinya. Hal ini menandakan bahwa komunikasi non lisan ingin dapat meyakinkan seorang sebab gerakan tubuh terjadi secara spontan atau tanpa direncanakan.

Menganggukkan kepala
seorang yang putusan bulat akan sebuah hal akan berkata menggunakan verbal atau non lisan melewati anggukan ketua. Menganggukkan kepala berarti orang bakal putusan bulat terhadap sebuah keputusan. pada samping itu, menganggukkan kepala pun bisa ditafsirkan sebagai rasa menghormati. misalnya, ketika seseorang bawahan bertemu menggunakan atasan maka urusan yg kesatu kali dilakukannya ialah mengucapkan istilah “permisi” serta menganggukkan kepala.

Mengangkat satu tangan
seseorang yang akan menyerahkan tanggapan terhadap meeting atau diskusi dalam sebuah perusahaan maka beliau bakal mengusung satu tangannya sebagai tanda kesopanan guna masuk dalam dialog tadi. Mengangkat satu tangan pun bisa ditafsirkan menjadi sebuah sapaan dalam memuliakan sahabat sejawat. misalnya, waktu berjalan tidak sengaja bertemu menggunakan sahabat kolega maka urusan yang biasa dilakukan merupakan mengusung satu tangan menjadi tanda sapaan atau usaha memanggil seorang.

Finish

Post Views: 14,820
Share

Instagram

View this post on Instagram

Shared post on Time

PIMPINAN PROGRAM STUDI


Dekan Fakultas ISIPOL
Dr. Yurial Arief Lubis, S.Sos, M.I.P



Wakil Dekan Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Evi Yunita Kurniaty, S.Sos, M.I.P



Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Inovasi dan Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Armansyah Matondang, S.Sos, M.Si



Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Rehia Karenina Isabella Barus, S.Sos, M.SP, M.I.Kom



Kepala Bidang Pembelajaran dan Sistem Informasi Akademik Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Rizky Fauziah, S.Sos, M.Ikom


INFO AKADEMIK

KAITAN UMA

Peta Lokasi

KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
HP : +628116013888
(061) 7368012
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
HP : +628116013888
(061) 42402994
[email protected]
© 2026 Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara
↑
↓