Komunikasi Antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi yg berlangsung pada situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun di kerumunan orang.
Penyampaian pesan oleh satu orang dan penerima pesan satu orang atau sekelompok kecil orang menggunakan banyak sekali dampaknya serta peluang buat memberikan umpan balik segera. Pemikiran ini diwakili sang Bittner (1985 : 10) yg menandakan bahwa Komunikasi Antarpribadi berlangsung bila pengirim memberikan berita berupa istilah – kata kepada penerima menggunakan memakai medium suara insan (human voice).
Sementaa Barnlund mendefinisikan komunikasi antarpribadi menjadi rendezvous antara dua, 3 orang, atau mungkin empat orang, yg terjadi sangat impulsif dan tidak berstruktur. Barnlund sebagaimana dikutip oleh Alo Liliweri (1991) mengemukakan beberapa karakteristik buat mengenali Komunikasi Antarpribadi, menjadi berikut:
a.Bersifat impulsif;
b.tidak mempunyai struktur;
c.Terjadi secara kebetulan;
d.tidak mengejar tujuan yg sudah di rencanakan;
e.ciri-ciri keanggotaannya tidak kentara;
f.bisa terjadi hanya sambil lalu.
Komunikasi Antarpribadi berdasarkan hubungan Diadik.
hubungan diadik mengartikan KAP menjadi komunikasi yang berlangsung antara 2 orang yang mempunyai hubungan mantap dan jelas. Komunikasi tatap muka antara suami dan istri, pramuniaga menggunakan pembeli merupakan bentuk komunikasi diadik. Definisi hubungan diadik ini bisa diperluas sebagai akibatnya mencakup sekelompok mungil orang. Pemikiran tentang bentuk hubungan diadik dikemukakan oleh Laing, Phillipson, serta Lee (1991:117). Mereka menyatakan buat tahu sikap seseorang, wajib mengikutsertakan paling tidak 2 orang peserta pada situasi bersama. korelasi diadik ini wajib menggambarkan interaksi dan pengalaman beserta mereka.Trenholm dan Jensen (1995 : 26) mendefinisikan komunikasi Antarpribadi menjadi komunikasi antara dua orang yg berlangsung secara tatap muka. Nama lain asal komunikasi ini merupakan komunikasi diadik (dyadic). Komunikasi diadik biasanya bersifat spontan dan informal. Partisipan satu menggunakan yang lain saling menerima umpan kembali secara aporisma. Partisipan berperan secara fleksibel sebagai pengirim dan penerima.

