Pengertian Psikologi Komunikasi
Psikologi komunikasi menurut George A. Miller ialah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan insiden mental serta behavioral dalam komunikasi. Lebih singkatnya psikologi komunikasi artinya ilmu yang mengkaji proses komunikasi antar manusia dengan memakai psikologi sebagau sudut pandang/perspektif menggunakan tujuan buat mencapai komunikasi efektif.
Psikologi komunikasi sangat berguna pada membantu kita memahami banyak sekali situasi sosial pada mana kepribadian menjadi krusial di dalamnya, atau bagaimana evaluasi seorang (judgements) menjadi bias sebab faktor agama (belief) dan perasaan (feeling) dan bagaimana seorang memiliki impak terhadap orang lain.
Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi
Makna komunikasi sangat luas, meliputi penyampaian energi, gelombang bunyi, indikasi di antara kawasan, dan sistem atau organisme. kata komunikasi digunakan menjadi proses, menjadi pesan, menjadi imbas, atau secara spesifik menjadi pesan pasien dalam psikoterapi. Psikologi mencoba menganalisis seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi. Jadi psikologi menyebut komunikasi di penyampaian tenaga dari alat–alat alat ke otak, insiden penerimaan dan pengolahan gosip, di proses saling mensugesti di antara banyak sekali sistem dalam diri organisme serta di antara organisme.
Ruang lingkup psikologi komunikasi artinya :
- Sistem komunikasi intrapersonal
pada sistem komunikasi intrapersonal, antara lain membahas wacana karakteristik manusia komunikan, faktor-faktor internal serta eksternal yang menghipnotis sikap komunikasinya, sistem memori serta berpikir dan sifat-sifat psikologi komunikator. - Sistem komunikasi interpersonal
dalam sistem komunikasi interpersonal, diantaranya dibahas ihwal proses persepsi interpersonal, konsep diri, atraksi interpersonal dan korelasi interpersonal. - Sistem komunikasi kelompok
pada sistem komunikasi gerombolan , antara lain dibahas perihal kelompok serta pengaruhnya pada sikap komunikasi, faktor-faktor yang mensugesti keefektifan grup dan bentuk-bentuk komunikasi gerombolan . - Sistem komunikasi massa
pada komunikasi massa, antara lain dibahas tentang motivasi atau faktor-faktor yang menghipnotis rekasi inidividu terhadap massa, efek komunikasi massa, serta psikologi komunikator.Ilmu komunikasi pada dasarnya dibangun berdasarkan teori yg berupaya mengungkapkan bagaimana individu berinteraksi satu sama lain berdasarkan tinjauan psikologi.
Jadi dalam ruang lingkup psikologi komunikasi penenkanannya ialah di komunikator menjadi makhluk individu yg memiliki sifat yang tidak sama menggunakan individu lainnya. Sifat mengambarkan pola atau cara yang relatif tidak poly berubah mengenai bagaimana seorang berpikir, merasakan serta bertingkah laris dalam aneka macam situasi yang dihadapinya. Sifat acapkali dipergunakan buat memprediksi tingkah laku . dalam konteks ini tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh kombinasi antara sifat yang dimilikinya menggunakan faktor situasional yang ada pada ketika itu.
Kebanyakan studi psikologi komunikasi dewasa ini berorientasi kognitif yg memberikan pandangan tentang bagaimana cara insan memasak info yang diterimanya. pada wilayah ini, psikologi komunikasi mengungkapkan sistem pengolahan berita oleh individu dengan penekanan perhatian pada masukan (input) berupa info dan keluaran (output) berupa planning serta tindakan (behavior) dari sistem kognitif manusia. Pertanyaan yg tak jarang diajukan pada hal ini mirip bagaimana individu melakukan persepsi sebagai akibatnya mengakibatkan perhatian, ingatan, hegemoni, seleksi, motivasi, perencanaan dan penemuan strategi.
Ciri Pendekatan Psikologi Komunikasi
Collin Cherry (1964) mendefinisikan komunikasi menjadi “perjuangan buat membentuk satuan sosial dari individu dengan memakai bahasa atau indikasi. Psikologi mengarahkan perhatiannya pada perilaku insan mencoba menyimpulkan proses kesadaran yg mengakibatkan terjadinya perilaku tadi. Bila sosiologi melihat komunikasi pada interaksi sosial, filsafat pada hubungan insan dengan empiris alam semesta, maka psikologi melihat di sikap individu komunikan.
Fisher menyebut empat ciri pendekatan psikologi pada komunikasi :
Penerimaan Stimuli secara indrawi (sensory reception of stimuli)
Proses yang mengantarai stimuli dan respons (internal mediation of stimuli)
Prediksi respon (prediction of response)
Peneguhan respons (reinsforcement of response)
Psikologi komunikasi jua melihat bagaimana respons yg terjadi pada masa lalu bisa diramalkan respons yang akan tiba. Kita harus mengetahui sejarah respons sebelum meramalkan respons individu masa ini. Belum terdapat konvensi tentang cakupan psikologi. ada yang beranggapan psikologi hanya tertarik di sikap yg tampak saja, sedangkan yang lain tidak dapat mengabaikan insiden–insiden mental. Sebagian psikolog hanya ingin memerikan apa yang dilakukan orang, sebagian lagi ingin meramalkan apa yg akan dilakukan orang, sebagian lagi menyatakan bahwa psikologi baru dikatakan sains Bila telah bisa mengendalikan sikap orang lain. Bila ditanyakan pada mana letak psikologi komunikasi, kita cenderung meletakannya menjadi bagian asal psikologi sosial. karena itu, pendekatan psikologi sosial artinya pula pendekatan psikologi komunikasi. seseorang psikolog komunikasi akan menggunakan pendeketan yang berbeda :ia akan menyingkirkan seluruh perilaku memihak dan seluruh perjuangan menilai secara normatif (mana yang sahih, mana yg galat). dia akan mencari prinsip-prinsip umum yang mengungkapkan pendekatan di atas. Prinsip itu dinyatakan menggunakan rumus : Bila X serta Y. Bila terjadi keadaan tertentu, maka muncul sikap tertentu.
ketika merumuskan prinsip-prinsip awam, psikolog komunikasi wajib menguraikan peristiwa sebagai satuan-satuan mungil buat dianalisa.
Psikolog komunikasi berusaha tahu peristiwa komunikasi menggunakan menganalisa keadaan internal (internal state). “suasana batiniah” individu. Psikolog mencoba “menyikapkan” apa yg tersembunyi pada pulang layar anjung komunikasi. Psikologi artinya detektif yg mencari “penjahat” yang bertanggung jawab atas terjadinya insiden yang menarik.

