Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
youtube
instagram
Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara
Call Support 085121100093
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • Fungsionaris
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • KERJASAMA
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • Jurnal
      • Lapor AOC
      • Dosen Penasehat Akademik
    • JADWAL AKADEMIK
      • Jadwal Kuliah
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • Jadwal Seminar Dan Sidang
      • Jadwal UTS
      • Jadwal UAS
      • Jadwal Semester Antara
      • Rencana Wisuda
      • JADWAL PEMBAYARAN
    • KALENDER AKADEMIK
    • Kurikulum
      • SEMESTER I
      • SEMESTER II
      • SEMESTER III
      • SEMESTER IV
      • SEMESTER V
      • SEMESTER VI
      • SEMESTER VII
      • SEMESTER VIII
  • AKTIVITAS PRODI
    • KEGIATAN PRODI
    • PRESTASI PRODI
    • LABORATORIUM
      • infomasi Laboratorium
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • Beasiswa KIP – Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS (Rangking SLTA/Sederajat)
      • Beasiswa YPHAS (Bersaudara Kandung & Anak Dosen / Karyawan)
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • OPAC
      • GMAIL
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • E-Learning
    • OPAC UMA
    • WEBMAIL
  • ARSIP
    • ALUR SKRIPSI
    • Pengumuman
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • LAYANAN ALUMNI
  • HUBUNGI KAMI

Gerakan kamera

Home > Artikel > Gerakan kamera

Gerakan kamera

Posted on June 3, 2022June 4, 2022 by risky
0

Gerakan kamera (Camera Movement) merupakan sebuah kegiatan membentuk suasana dramatik pada sebuah shot video maupun film menggunakan cara menggerakan kamera. banyak alasan kenapa kamera harus digerakkan, selain bisa membangun suasana dramatis, penggunaan gerakan kamera secara sempurna bisa membangun visual lebih bergerak maju, mengarahkan perhatian penonton pada subyek tertentu, mengungkap maupun menyembunyikan dimensi ruang, serta bisa juga buat menciptakan visual yang lebih ekspresif.
Menggerakkan kamera pada shot film haruslah mimiliki alasan yg cukup bertenaga, hal ini bertujuan buat menghindari shot-shot tidak krusial yang hanya akan memperpanjang durasi film tetapi tidak bisa berbicara apapun.

Teknik Dasar Gerakan Kamera
1. Zoom
Zoom/zooming merupakan gerakan paling dasar, yakni dengan cara mendekati atau menjauhi obyek secara optik dengan membarui panjang focal lensa asal sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar, atau sebaliknya. Gambar yang dihasilkan berasal gerakan ini ialah subyek seolah-olah mendekat (Zoom in) dan subyek seolah-olah menjauh (Zoom out).

Perubahan ukuran subyek secara visual akan terjadi di satu frame, misalanya berasal Long Shot menjadi Medium Shot atau yang lainnya. aktivitas ini bisa dilakukan dengan posisi kamera tetap membisu juga dikombinasi dengan gerakan kamera lainnya.

Melakukan zoom in biasa digunakan buat memperjelas sesuatu hal yang lebih penting, baik pada subyek maupun sebuah insiden. Pandangan yg semula mempunyai poly subyek dapat dikerucutkan menjadi satu atau beberapa subyek saja. Sedangkan zoom out lebih poly dilakukan buat menarik penonton agar mengetahui ruang dimana subyek berada, juga buat menunjukkan terdapat banyak hal penting yg pula bisa dicermati disekitar subyek.

untuk poly adegan, penggunaan zoom tidak begitu efektif dipergunakan. Penggunaan Cut-to Cut waktu editing bisa mempersingkat durasi meski apa yang ingin disampaikan lewat gambar ialah sama.

2. Dolly
Dolly (Track) adalah pengambilan gambar mendekati atau menjauhi subyek menggunakan menggerakkan kamera di atas tripot atau dolly. Pengambilan gambar menggunakan cara ini biasanya kamera lebih bisa dirasakan seolah-olah menjadi mata penonton, gerakan kamera bisa mewakili gerakan penonton sebagai akibatnya mereka bisa dibawa ikut terlibat dalam sebuah peristiwa film.

Dolly in atau kamera mendekati subyek, biasanya dipergunakan buat membawa perasaan penonton buat lebih berani, kuat, dan siap menghadapi tantangan. Sedangkan Dolly out (menjauhi subyek) mampu digunakan untuk mewakili perasaan kecewa, takut, dan merasa inferior.

Sebagaimana penggunaan zoom in, gerakan Dolly in yang mendekati subyek dapat membawa penonton pada satu titik sentra perhatian, perasaan tegang dan menciptakan rasa keingintahuan. Sedangkan proses pelepasan ketegangan dapat dilakukan dengan dolly out.

3. Panning
Pan/Panning ialah gerakan kamera menoleh kekiri (Pan left) serta kekanan (Pan right). terdapat poly fungsi dalam shot waktu melakukan paning meski pada prinsipnya dengan memakai gerakan yg sama.

Gerakan pan yg tak jarang dipergunakan pada pengambilan gambar secara umum adalah Follow pan, yakni gerakan kamera mengikuti subyek beranjak (travelling), hal ini umumnya buat mempertahankan komposisi visual supaya tetap proporsional pada frame, memberi head space juga walking space sehingga subyek tidak terpotong ketika melakukan gerakkan tertentu..

Gerakan paning juga bisa dilakukan buat pengambilan gambar di obyek yang tidak berkecimpung, misalkan kondisi ruangan, foto-foto yg berjajar pada dinding, suasana kota atau yang lainnya. Hal ini untuk membangun suasana lingkungan dimana subyek berada sekaligus menciptakan hubungan visual antara subyek menggunakan lingkungannya (survening pan).

Interupted pan pula ialah keliru satu gerakan kamera jenis pan. Teknik ini dipergunakan ketika ingin menghubungkan 2 subyek yang tidak sama pada satu shot. contohnya, awal shot melakukan follow pan di satu subyek yg berjalan di pertokoan, kamera datang–datang berhenti serta penekanan melakukan follow pan di sosok anak mungil yang mencoba mencuri keliru satu makanan dalam toko tadi. model lain contohnya waktu sebuah adegan dimana subyek meninggalkan ruang, kamera beranjak ke arah handphone yang ketinggalan di meja.

Gerakan paning juga mampu dipergunakan buat transisi antara 2 shot, istilah yg terkenal dipergunakan artinya whipe pan, yakni melakukan gerakan paning secara cepat antara shot satu menggunakan lainnya. Penggunaan transisi ini bisa membentuk gambar yg lebih bergerak maju dan mempersingkat waktu pada sebuah peristiwa yg mempunyai korelasi karena akibat.

4. Crab
Crab/crabing artinya gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar menggunakan subyek yang sedang berjalan. Gerakan crab hampir sama menggunakan Dolly, perbedaanya hanya di arah gerakan kamera. Bila Dolly dinamis mundur maka crab bergerak kekiri (Crab left) dan kekanan (Crab right).

5. Tilt
Tilt/Tilting adalah gerakan kamera secara vertical, mendongak dari bawah ke atas (Tilt up) maupun berasal atas ke bawah (Tilt down). Gerakan tilting banyak digunakan untuk menggiring mata penonton pada kegiatan tertentu pada subyek, misalnya shot dimulai menggunakan paras wanita menangis menunduk kebawah, kamera melakukan tilt down, dan shot berakhir di jemarinya yg bergetar sedang membaca/membalas sms berasal seorang, mungkin sedang diputus pacarnya.
Proses karena–dampak bisa diciptakan menggunakan tilting, pada adegan diatas sebenarnya pula bisa saja dibalik menggunakan melakukan tilt up, yakni dimulai berasal shot jemari bergetar menulis sms, lalu tilt up di wajah yang menangis.

6. Pedestal (Ped)
Pedestal artinya gerakan kamera pada atas pedestal yang mampu dinaik turunkan. kini ini poly digunakan Portal-Jip Traveller. Pedestal up merupakan kata yg dipergunakan buat gerakan kamera yg dinaikan, sedangkan Pedestal down adalah gerakan kamera yg diturunkan.

7. Arc
Arc artinya gerakan kamera memutar mengitari obyek berasal kiri ke kanan atau sebaliknya.

8. Follow
Follow ialah gerakan kamera mengikuti objek yang beranjak, bisa menggunakan pan, tilt, ped atau yang lainnya. untuk menciptakan gambar yg lebih dinamis mampu jua mennggunakan crane, atau bisa pula dilakukan dengan handheld. Crane sangat memungkinkan menggabungkan beberapa gerakan kamera sehingga gambar bisa terlihat dinamis

Post Views: 112,799
Share

Instagram

View this post on Instagram

Shared post on Time

PIMPINAN PROGRAM STUDI


Dekan Fakultas ISIPOL
Dr. Yurial Arief Lubis, S.Sos, M.I.P



Wakil Dekan Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Evi Yunita Kurniaty, S.Sos, M.I.P



Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Inovasi dan Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Armansyah Matondang, S.Sos, M.Si



Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Rehia Karenina Isabella Barus, S.Sos, M.SP, M.I.Kom



Kepala Bidang Pembelajaran dan Sistem Informasi Akademik Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Rizky Fauziah, S.Sos, M.Ikom


INFO AKADEMIK

KAITAN UMA

Peta Lokasi

KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
HP : +628116013888
(061) 7368012
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
HP : +628116013888
(061) 42402994
[email protected]
© 2026 Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara
↑
↓