Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
youtube
instagram
Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara
Call Support 085121100093
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • Fungsionaris
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • KERJASAMA
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • Jurnal
      • Lapor AOC
      • Dosen Penasehat Akademik
    • JADWAL AKADEMIK
      • Jadwal Kuliah
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • Jadwal Seminar Dan Sidang
      • Jadwal UTS
      • Jadwal UAS
      • Jadwal Semester Antara
      • Rencana Wisuda
      • JADWAL PEMBAYARAN
    • KALENDER AKADEMIK
    • Kurikulum
      • SEMESTER I
      • SEMESTER II
      • SEMESTER III
      • SEMESTER IV
      • SEMESTER V
      • SEMESTER VI
      • SEMESTER VII
      • SEMESTER VIII
  • AKTIVITAS PRODI
    • KEGIATAN PRODI
    • PRESTASI PRODI
    • LABORATORIUM
      • infomasi Laboratorium
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • Beasiswa KIP – Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS (Rangking SLTA/Sederajat)
      • Beasiswa YPHAS (Bersaudara Kandung & Anak Dosen / Karyawan)
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • OPAC
      • GMAIL
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • E-Learning
    • OPAC UMA
    • WEBMAIL
  • ARSIP
    • ALUR SKRIPSI
    • Pengumuman
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • LAYANAN ALUMNI
  • HUBUNGI KAMI

Daur Ulang Emas Dari Limbah Elektronik Sangat Bermanfaat

Home > Artikel > Daur Ulang Emas Dari Limbah Elektronik Sangat Bermanfaat

Daur Ulang Emas Dari Limbah Elektronik Sangat Bermanfaat

Posted on February 15, 2023March 7, 2023 by risky
0

Daur Ulang Emas Jerman memproduksi sejuta ton limbah elektro per tahun. Ternyata limbah elektronik ini bisa jadi asal emas yang menguntungkan. Caranya yaitu lewat sebuah proses daur ulang. Ketua pabrik, Andreas Nolte berkata emas menyalurkan listrik lebih baik daripada tembaga. mampu dipandang pada sini bagian yang dilapis emas. “Emas diaplikasikan supaya korelasi terbaik mampu tercipta, buat transfer data secepat mungkin. dan hubungan ini wajib aman secara teknis. adalah emas mencegah oksidasi, serta mengklaim koneksi terbaik,” ucap dia.

1. Emas dibutuhkan buat mampu berfungsi, Baik laptop juga ponsel pintar, sebagian besar alat elektronik tidak berfungsi tanpa emas. dalam sampah yang asal dari 5 komputer terdapat lebih kurang satu gram emas. Kedengarannya sedikit, tapi sebenarnya poly. Buat mendapat jumlah itu, pada tambang biasa wajib digali dua ton bijih. dalam prosesnya terlepas CO2 pada jumlah besar . Sama seperti Bila sebuah kendaraan beroda empat dipergunakan buat mengelilingi bumi. Semakin rumit produksi – semakin penting juga siklus ulangnya! akan tetapi apakah nilai yang diperoleh kembali sahih–benar menguntungkan? Apa lingkungan benar–benar terlindungi? Itulah tujuan kunjungan pada pabrik siklus ulang perusahaan Aurubis!

2. Emas dari pelat padat, Pertama-tama sampah elektronika dipotong-pangkas menggunakan alat spesial . Logam dipisahkan dari plastik. Ini jua masih campuran banyak sekali logam, yang lumer pada pada ofen yang panasnya 1.300 derajat. Emas artinya logam berat. Logam mulia itu mengendap pada dasar wadah pelumer, bersama perak serta tembaga, dan bisa dituangkan terpisah dari logam-logam ringan. selesainya didinginkan, hasilnya berupa pelat-pelat padat, yg terutama terdiri asal tembaga, tapi pula emas. “mampu dibayangkan, 2 berasal pelat-pelat ini, beratnya 800 KG. di dalamnya 31,1 gr emas tercampur. serta tujuan kami adalah mengeluarkannya tanpa kehilangan sebagian pun asal pelat-pelat ini,” ujar Andreas Nolte

3. Daur Ulang Emas Apakah ramah lingkungan?, buat mencapai tujuan, tim Aurubis memakai zat kimia dalam jumlah akbar. Pelat-pelat itu dibenamkan pada sejumlah wadah berisi banyak sekali cairan asam. Setiap adonan asam mengurai logam tidak selaras. Pertama-tama tembaga, lalu perak, serta terakhir emas. namun perusahaan itu merahasiakan bagaimana langkah terakhirnya, yaitu buat mengeluarkan emas. Daur ulang emas jelas menguntungkan. Setiap tahunnya, Aurubis berhasil memperoleh 18 ton emas menggunakan cara ini. tapi bagi lingkungan hayati, teknik pemurnian ini tidak menguntungkan. buat membuang sampah-sampah beracun, diperlukan berbagai proses rumit. Selain itu, ofen pelumer melepas CO2 pada jumlah besar . Tapi mungkin siklus ulang emas akan bisa lebih ramah lingkungan. Perusahaan BRAIN asal Hessen meneliti metode yg sepenuhnya baru. Sejumlah bakteri akan menarik emas asal limbah. Padahal umumnya bakteri itu menghindar dari logam mulia.

4. Bakteri mengurai logam, pakar bioteknologi Esther Gabor memaparkan logam mulia umumnya tidak reaktif, dan anti mikroba. “Jadi sangat Istimewa, Bila organisme mampu selamat pada lingkungan, di mana konsentrasi logam sangat tinggi. Apalagi Jika organisme bisa mengurai logam itu,“ istilah beliau. Esther Gabor serta timnya wajib menguji ribuan bakteri, hingga mereka akhirnya menemukan yg paling sesuai. Mereka memberikannya nama Pseudonomas metallosolvenz atau bakteri pengurai logam. Bagaimana mereka mendaurulang emas menggunakan bakteri itu, mampu dilihat pada indera yg disebut “BioXtractor“. Pertama-tama limbah elektronik yg sudah pada bentuk serbuk, dan tampak seperti lumpur hitam dicampur menggunakan air dalam jumlah akbar. lalu bakteri diberikan ke dalam adonan itu. sesudah itu, bakteri tampak mengapung di dalam cairan yg berwarna kuning tadi. Berkat sejumlah makanan yg bisa ditemukan di air, bakteri berkembangbiak, menyelubungi partikel limbah serta mengeluarkan logam mulia.

5. Bakteri tidak merusak, Air mengandung emas itu mampu dengan mudah dipompa. tapi bagaimana caranya mengeluarkan emas asal air? Itu dilakukan bakteri ke 2, yg ada dalam bola-bola kecil. Ibaratnya spons, bakteri menyerap emas asal air. Spons itu bisa dibakar dengan mudah. yg tertinggal adalah bongkah-bongkah emas berukuran kecil. “Proses memakai bakteri berlangsung tanpa merusak. serta kami bekerja di suhu ruangan biasa. Bakteri butuh 26 derajat C untuk bisa aktif. serta proses biologis ini melepas CO2 hanya 1/2 berasal jumlah yang dilepas dalam proses kimia,“ kata Esther Gabor Dibanding dengan proses kimia, proses dengan bakteri tidak berbahaya dan ramah lingkungan. Apakah pada masa depan emas bisa diperoleh asal limbah hanya menggunakan memakai bakteri, dan tanpa zat kimia? Itu masih wajib diuji pada jumlah yang akbar.

Baca Artikel Berikutnya :
Pengertian Oracle Beserta Sejarah Terbentuknya Hingga Mendunia

Post Views: 373
Share

Instagram

View this post on Instagram

Shared post on Time

PIMPINAN PROGRAM STUDI


Dekan Fakultas ISIPOL
Dr. Yurial Arief Lubis, S.Sos, M.I.P



Wakil Dekan Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Evi Yunita Kurniaty, S.Sos, M.I.P



Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Inovasi dan Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Armansyah Matondang, S.Sos, M.Si



Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Rehia Karenina Isabella Barus, S.Sos, M.SP, M.I.Kom



Kepala Bidang Pembelajaran dan Sistem Informasi Akademik Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Rizky Fauziah, S.Sos, M.Ikom


INFO AKADEMIK

KAITAN UMA

Peta Lokasi

KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
HP : +628116013888
(061) 7368012
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
HP : +628116013888
(061) 42402994
[email protected]
© 2026 Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara
↑
↓