Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
youtube
instagram
Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara
Call Support 085121100093
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • Fungsionaris
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • KERJASAMA
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • Jurnal
      • Lapor AOC
      • Dosen Penasehat Akademik
    • JADWAL AKADEMIK
      • Jadwal Kuliah
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • Jadwal Seminar Dan Sidang
      • Jadwal UTS
      • Jadwal UAS
      • Jadwal Semester Antara
      • Rencana Wisuda
      • JADWAL PEMBAYARAN
    • KALENDER AKADEMIK
    • Kurikulum
      • SEMESTER I
      • SEMESTER II
      • SEMESTER III
      • SEMESTER IV
      • SEMESTER V
      • SEMESTER VI
      • SEMESTER VII
      • SEMESTER VIII
  • AKTIVITAS PRODI
    • KEGIATAN PRODI
    • PRESTASI PRODI
    • LABORATORIUM
      • infomasi Laboratorium
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • Beasiswa KIP – Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS (Rangking SLTA/Sederajat)
      • Beasiswa YPHAS (Bersaudara Kandung & Anak Dosen / Karyawan)
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • OPAC
      • GMAIL
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • E-Learning
    • OPAC UMA
    • WEBMAIL
  • ARSIP
    • ALUR SKRIPSI
    • Pengumuman
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • LAYANAN ALUMNI
  • HUBUNGI KAMI

Sistem Blockchain yang Mengamankan IoT dan Cara Kerjanya

Home > Artikel > Sistem Blockchain yang Mengamankan IoT dan Cara Kerjanya

Sistem Blockchain yang Mengamankan IoT dan Cara Kerjanya

Posted on April 18, 2023 by risky
0

Sejak kemunculan internet of things (IoT), setiap orang, produk, dan tempat saling terhubung dengan mudah. Pasalnya, jaringan IoT didukung chip, sensor, serta aktuator canggih terintegrasi untuk mengirimkan data. Selain itu, data IoT mempunyai kemampuan analisis mengubah informasi menjadi tindakan yang berpengaruh bagi aktivitas bisnis. Namun, perangkat IoT masih mengalami banyak kendala keamanan, seperti kurang perlindungan privasi, interoperabilitas buruk, serta serangan distributed denial of service (DDoS). Dalam hal ini, blockchain hadir melengkapi fitur keamanan IoT sehingga lebih aman dari peretasan dunia maya maupun pencurian data.

Untuk penjelasan blockchain IoT lebih lengkap, kamu bisa menyimak ulasan di bawah ini.

Apa Itu Blockchain?

Blockchain merupakan teknologi baru yang semula dikembangkan untuk menciptakan bitcoin. Namun, sebenarnya, blockchain dibangun atas dasar kombinasi beberapa teknologi lama, seperti jaringan P2P, kriptografi, dan sistem database. Dengan demikian, blockchain berarti rantai atau daftar blok yang digunakan sebagai sistem penyimpanan transaksi digital.

Setiap blok terdiri dari kumpulan pencatatan transaksi yang terus bertambah. Blok-blok tersebut dihubungkan dengan hash dari blok sebelumnya. Kemudian, kumpulan blok membentuk sistem yang tersimpan dalam sebuah database publik. Sebutan untuk database publik adalah ledger atau buku besar.

Buku besar yang memuat transaksi bersifat terdistribusi. Transaksi diletakkan dalam blok dan disebarkan ke jaringan secara peer to peer. Dengan begitu, setiap node menyimpan salinan transaksi dari buku besar.

Lantas, apa saja keunggulan blockchain jika diterapkan untuk IoT?

Pertama, blockchain memiliki kemampuan menyimpan jejak transaksi dan informasi secara efektif  sehingga menciptakan sistem aman dan transparan. Hal itu karena ketika transaksi terjadi, public access memberikan keterbukaan bagi semua pihak tanpa harus login ke sistem.

Kendati terbuka bagi yang memiliki akses, blockchain melindungi informasi dan dana pengguna secara ketat. Artinya, kedua informasi tersebut tidak bisa dipakai oleh siapa pun tanpa seizin pemiliknya.

Keunggulan kedua, blockchain tidak mudah ditembus oleh peretas karena bersifat append only. Dengan sifat ini, pengguna hanya bisa menambahkan, tetapi tidak dapat memperbaiki.

Dari sisi audit, blockchain juga lebih baik daripada sistem perbankan. Dalam hal ini, blockchain bisa mengetahui jejak audit aset pengguna. Jadi, kamu bisa mengurangi risiko penggelapan dana dengan adanya fitur tersebut.

Kemudian, dari segi keuangan, blockchain mencegah biaya middleman atau calo yang sering kali meminta biaya transaksi. Dampak positifnya, seluruh aktivitas pencatatan maupun verifikasi menjadi immutable dan terarah.

Bagaimana Cara Kerja Blockchain Mengamankan IoT?

Blockchain IoT
Sumber : Envato

Dalam mengelola transaksi data, jaringan IoT bisa memprosesnya dari beberapa perangkat yang dimiliki oleh pengguna berbeda. Karena itu, jaringan IoT sulit mendeteksi sumber apabila terjadi kebocoran data besar. Kemudian, kepemilikan data tidak jelas dengan banyaknya pemangku kepentingan yang terlibat.

Namun, risiko itu bisa diminimalisasi jika menggunakan blockchain. Pasalnya, blockchain bisa memantau informasi yang dikumpulkan serta mencegahnya dari kesalahan duplikasi data. Selain itu, sensor IoT dapat mengirim data menggunakan blockchain tanpa melibatkan pihak ketiga.

Lalu, bagaimana blockchain bekerja untuk mengamankan IoT? Berikut ini langkah-langkahnya.

  • Mencatat Transaksi

Setiap transaksi yang masuk dicatat sebagai blok data dengan menyertakan pihak yang terlibat. Pencatatan juga memasukkan detail kejadian selama transaksi, waktu, tempat, penyebab, jumlah aset, dan syarat yang dipenuhi.

  • Memperoleh Konsensus

Setelah mencatat transaksi, sistem akan memastikan sebagian besar pengguna di jaringan blockchain menyetujui catatan tersebut. Artinya, tidak ada komplain mengenai validitas pencatatan transaksi saat itu. Biasanya, permintaan kesepakatan muncul di awal jaringan. Namun, ada pula yang memunculkan kesepakatan di akhir jaringan.

  • Menautkan Blok

Tahap selanjutnya, blockchain menuliskan pencapaian konsensus ke dalam blok (setara buku besar). Ketika transaksi bertambah, maka hash kriptografi juga ditingkatkan. Jika nilai hash diketahui berubah, sistem ini menciptakan cara mendeteksi kerusakan data.

  • Membagikan Buku Besar

Terakhir, sistem blockchain menyalurkan salinan terbaru dari buku besar pusat untuk semua pengguna.

 

Baca Artikel Berikutnya :
Pengertian Somasi: Sifat, Bentuk, Isi dan Contohnya

Post Views: 377
Share

Instagram

View this post on Instagram

Shared post on Time

PIMPINAN PROGRAM STUDI


Dekan Fakultas ISIPOL
Dr. Yurial Arief Lubis, S.Sos, M.I.P



Wakil Dekan Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Evi Yunita Kurniaty, S.Sos, M.I.P



Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Inovasi dan Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Armansyah Matondang, S.Sos, M.Si



Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Rehia Karenina Isabella Barus, S.Sos, M.SP, M.I.Kom



Kepala Bidang Pembelajaran dan Sistem Informasi Akademik Program Studi Ilmu Komunikasi
Dr. Rizky Fauziah, S.Sos, M.Ikom


INFO AKADEMIK

KAITAN UMA

Peta Lokasi

KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
HP : +628116013888
(061) 7368012
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
HP : +628116013888
(061) 42402994
[email protected]
© 2026 Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara
↑
↓