Obat Asam Urat yang Bisa Ditemukan di Apotek
Demi menghindari bahaya lebih lanjut, penting untuk segera mengobati dan menekan kadar asam urat yang berlebih dalam tubuh. Salah satu caranya, yaitu dengan mengonsumsi obat-obatan secara tepat.
Secara garis besar, obat asam urat ada yang untuk meredakan peradangan dan nyeri (jangka pendek), dan obat untuk menekan kadar asam urat agar tetap stabil (jangka panjang). Tak boleh sembarangan, harus ada resep dokter untuk konsumsinya.
Pereda Nyeri dan Peradangan (Jangka Pendek)
Berikut ini obat asam urat yang bekerja sebagai pereda rasa nyeri dan peradangan yang bisa kamu dapatkan di apotek. Obat ini bekerja dalam jangka waktu pendek.
1. Kolton – Allopurinol

Kolton yang memiliki kandungan allopurinol mampu mengurangi kadar asam urat dalam darah. Bekerja dengan cara menghambat enzim xanthine oksidase yang bertanggung jawab dalam oksidasi zat tubuh hypoxanthine dan xanthine yang kemudian menjadi asam urat.
Obat ini biasa digunakan untuk mencegah serangan gout kronis, sindrom lisis tumor,hingga batu ginjal yang memiliki asam urat dan kalsium oksalat.
Kolton dapat diminum setelah makan.
- Indikasi: Asam urat, hiperurisemia primer dan sekunder.
- Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap Allopurinol, serangan asam urat akut.
- Peringatan: Hipersensitivitas, gangguan kulit dan jaringan subkutan, gangguan gastrointestinal, mengantuk, dan sakit kepala.
- Rentang Harga: Rp11.232 – Rp35.750
*Wajib Resep Dokter
2. Festaric – Febuxostat

Festaric memiliki kandungan bahan aktif Febuxostat yang mampu mengurangi kelebihan asam urat dalam darah. Selain itu, juga dapat mengatasi hiperurisemia kronik pada kondisi deposisi urat.
Tiap tablet Festaric mengandung 40 mg Febuxostat yang bisa dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.
Festaric termasuk golongan obat keras yang hanya boleh ditebus sesuai resep dokter. Festaric merupakan obat produksi Dexa Medica.
- Indikasi: Asam urat, hiperurisemia.
- Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi febuxostat.
- Peringatan: Penderita gangguan ginjal, penderita gangguan hati, penggunaan bersama azathioprine atau mercaptopurine, hipersensitivitas, abnormalitas darah.
- Rentang Harga: Rp10.000 – Rp489.000
*Wajib Resep Dokter
3. Recolfar – Colchicine

Obat dengan kandungan colchicine biasa digunakan untuk mencegah atau mengobati asam urat yang disebabkan oleh terlalu banyaknya kadar asam urat dalam darah.
Colchicine menekan jumlah sel darah putih ke area peradangan untuk meredakan radang sendi dan mengurangi rasa nyeri. Namun, ini bukanlah obat penghilang rasa sakit.
Salah satu colchicine yang banyak digunakan untuk mengatasi asam urat, yaitu Recolfar.
- Indikasi: Kelebihan asam urat dengan kondisi arthritis gout akut.
- Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi colchicine, gangguan hati, hemodialisis.
- Peringatan: Riwayat penyakit hati atau ginjal, gangguan pencernaan, penyakit jantung, lansia
- Rentang Harga: Rp56.160 – Rp208.650
*Wajib Resep Dokter
4. Methylprednisolone – Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat dengan kandungan hormon steroid yang berperan dalam meredakan peradangan atau inflamasi di tubuh dan menekan sistem kekebalan tubuh yang berlebih.
Methylprednisolone merupakan salah satu obat yang termasuk kortikosteroid. Obat ini berperan dalam mengatasi penyakit radang sendi, rematik hingga gangguan sistem imun.
Methylprednisolone mampu mencegah dan menghentikan zat penyebab peradangan, nyeri dan pembengkakan.
- Indikasi: Peradangan dan gejala alergi.
- Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi methylprednisolone, infeksi fungal sistemik.
- Peringatan: Pasien gagal jantung, hipertensi, insufisiensi ginjal, gangguan tiroid, risiko osteoporosis.
- Rentang Harga: Rp6.000 – Rp93.000
*Wajib Resep Dokter
5. Ibuprofen – Ibuprofen

Ibuprofen biasa digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Seperti radang sendi, sakit gigi hingga nyeri saat haid.
Ibuprofen mampu meredakan nyeri dan peradangan, dengan cara menghalangi tubuh dalam meproduksi prostaglandin. Di mana ini adalah senyawa yang menyebabkan peradangan dan rasa dakit di tubuh.
Obat ini sendiri termasuk dalam golongan obat anti-inflamasi non-steroid atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID).
- Indikasi: Nyeri, peradangan, demam.
- Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi ibuprofen, lansia.
- Peringatan: Pasien gagal jantung, gangguan ginjal dan hati, hindari merokok dan minuman beralkohol, kondisi kulit sensitif.
- Rentang Harga: Rp7.200 – Rp70.000
6. Aclonac – Kalium Diklofenak

Kalium diklofenak juga termasuk sebagai obat anti-inflamasi non-steroid. Kandungannya membantu mengobati nyeri ringan hingga sedang.
Obat kalium diklofenak biasa biasa digunakan untuk mengatasi radang sendi, pengapuran tulang, hingga sakit gigi.
Salah satu obat kalium diklofenakiasa yang banyak digunakan, yaitu Aclonac.
- Indikasi: Nyeri dan inflamasi.
- Kontraindikasi: Pasien dengan kondisi perdarahan, ulserasi.
- Peringatan: Riwayat gangguan kardiovaskular, hipertensi, retensi cairan, gagal jantung, tukak lambung, gangguan hati dan ginjal, lansia, ibu hamil dan menyusui.
- Rentang Harga: Rp12.000 – Rp134.320
*Wajib Resep Dokter
7. Profenid – Ketoprofen

Ketoprofen umum digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan akibat asam urat, arthritis, cedera hingga meredakan nyari setelah operasi.
Ketoprofen bekerja dengan menghambat enzim penghasil prostaglandin yang menimbulkan peradangan di tubuh.
Profenid merupakan obat dengan kandungan zat aktif ketoprofen yang bisa digunakan untuk mengatasi asam urat.
- Indikasi: Nyeri dan peradangan.
- Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi ketoprofen, pasien gangguan jantung, asma, urtikaria, wanita hamil trimester akhir.
- Peringatan: Pasien dengan masalah fungsi hati dan ginjal, riwajat gangguan jantung, retensi cairan, hindari konsumsi alkohol.
- Rentang Harga: Rp17.622 – Rp195.000
Baca Artikel Berikutnya :
5 Cara Mengerjakan Tugas AKhir

